01.40 | Posted in

Malik bin Sha’sha’ah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku di dekat Ka’bah diantara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar suara salah seorang, yaitu yang diantara dua orang, lalu disediakan bejana emas yang berisi hikmat dan iman, lalu dibelah dari bawah tenggorokan hingga perutku, kemudian dibasuh dadaku dengan air zamzam, lalu dipenuhi dengan hikmat dan iman.
Lalu didatangkan untukku binatang yang putih lebih besar dari himar dan dibawah baghl (turunan kuda jantan dengan keledai betina) bernama buraq. Lalu berangkat bersama Jibril hingga sampai ke langit dunia, dan ketika ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya: Bersama siapa? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Dijawab: Ya. Maka disambut selamat datang, maka aku bertemu dengan Adam a.s. dan memberi salam, dan menyambutku dengan Selamat datang putraku dan nabi.
Kemudian kami naik ke langit kedua, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya: Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Lalu disambut: Selamat datang, dan di sana kami bertemu dengan Isa dan Yahya a.s. Keduanya menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit ketiga, lalu ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Yusuf a.s. dan setelah memberi salam padanya ia menyambut: Selamat datang Saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit keempat, dan ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Idris s.a. Sesudah aku beri salam, ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit kelima, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Dan ditanya: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya pula: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang. Di situ kami bertemu dengan Harun a,s, maka aku memberi salam, dan ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit keenam, juga ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Lalu ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang, ia menyambut dengan ucapan: Selamat datang saudara sebagai nabi. Dan ketika kami meninggalkannya ia menangis dan ketika ditanya: Mengapakah ia menangis? Jawabnya: Ya Rabbi itu pemuda yang Tuhan utus sesudahku, akan masuk surga dari umatnya lebih banyak dari umatku.
Kemudian naik ke langit ketujuh, maka ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang. Dan di situ kami bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s. Sesudah aku memberi salam, maka ia sambut dengan: Selamat datang putraku sebagai nabi.
Kemudian tampak kepadaku Al-Bait Al-Ma’mur, tiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat untuk shalat, jika telah keluar tidak akan masuk lagi untuk selamanya.
Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha, buahnya bagaikan gentong (tempat air) Hajar, sedang daunnya bagaikan telinga gajah dan di bawahnya terdapat sumber empat sungai, dua ke dalam dan dua ke luar. Aku bertanya kepada Jibril, jawabnya: Yang dalam itu di surga, sedang yang keluar itu yaitu sungai Nil dan Furat.
Kemudian diwajibkan atasku limapuluh kali shalat. Lalu aku turun dan bertemu dengan Musa, lalu ia bertanya: Apakah yang engkau dapat? Jawabku: Diwajibkan atasku lima puluh kali shalat. Musa berkata: aku lebih berpengalaman daripadamu, aku telah bersusah payah melatih Bani Israil, dan umatmu tidak akan kuat, karena itu engkau kembali kepada Tuhan minta keringanan, maka aku kembali minta keringanan, dan diringankan sepuluh hingga tinggal empat puluh, kemudian dikurangi lagi sepuluh sehingga tinggal tiga puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal dua puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal sepuluh, dan aku kembali kepada Musa, tetapi ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, maka aku minta keringanan dan dijadikan-Nya lima kali.
Maka aku bertemu dengan Musa dan menyatakan bahwa kini telah tinggal lima, maka ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab: Aku telah menerima dengan baik. Maka terdengar seruan: Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, dan meringankan pada hamba hamba Ku, dan akan membalas tiap kebaikan dengan sepuluh kalinya
Category:
��
02.48 | Posted in

SEPERTI keinginan wanita di belahan dunia manapun, Anda pasti juga ingin menjadi seorang istri yang sempurna di mata suami. Dan jujur, saat menilik ke dalam diri sendiri, Anda masih belum terlambat untuk berubah menjadi lebih baik.
Namun menjadi istri yang lebih baik bukan saja merubah total segala sikap buruk, Anda juga perlu memahami pribadi pasangan hidup Anda dan mengetahui lebih banyak tentang bagaimana menciptakan kehidupan pernikahan yang baik dan harmonis.
Berikut ini beberapa hal yang harus Anda ketahui:

Jangan pernah merubahnya
Kebiasaannya menaruh pakaian kotor di atas tempat tidur ternyata belum juga hilang meski Anda sudah menikah dengannya, dan itu sangat menjengkelkan. Anda pun lantas merasa putus asa bagaimana membuatnya berubah. Namun Anda tidak akan bisa mengubah orang lain, karena hanya diri sendiri yang bisa melakukannya. Untuk mengantisipasi kebiasaan buruknya, yang perlu Anda lakukan hanyalah mencoba berkompromi dengan sikapnya.
Jelaskan apa yang Anda inginkan
Wanita bicara dengan hati dan pria bicara dengan logika. Hal ini yang terkadang membuat dua anak manusia tak pernah bisa akur satu sama lain. Anda lantas menganggap pasangan seperti tak bisa mengerti dan memahami apa yang Anda rasakan. Jadi, daripada Anda menekuk wajah, cemberut dan bertanya-tanya sendiri, "kenapa ya dia tak bisa mengerti aku?", maka saran bijaknya, katakan saja secara gamblang apa yang Anda mau dan inginkan. Dan dia akan dengan senang hati meluluskan pinta Anda.
Ucapkan "terima kasih"
Mulai dan biasakanlah mengucapkan "terima kasih" atas segala bantuan, dukungan dan doa tulusnya untuk Anda. Misal saat dia bersedia mengantar anak ke sekolah, membereskan cucian menumpuk atau membuatkan sarapan pagi. Meski terdengar sederhana, ucapan "terima kasih" bermakna besar baginya. Sebuah penunjukan, Anda telah mengapresiasi segala perhatiannya.
"Me time"
Setiap orang pasti ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Untuk bersantai, menekuni hobi, atau bersosialisasi dengan teman-temannya. Jika si dia menyukai otomotif dan Anda tidak, jangan biarkan dia terpenjara karena harus mengikuti selera Anda. Bebaskan dia, dan biarkan dia bergaul dan membina hubungan dengan kawan-kawan karibnya, sebagaimana Anda ingin memiliki waktu dengan teman-teman ngerumpi Anda.Buat prioritas
Kesibukan kerja, pikiran yang menyita tentang rumah dan anak-anak kadang membuat perhatian Anda pada pasangan jadi teralihkan. Cobalah untuk mencari waktu berdua saja. Ambil kesempatan berlibur dan bulan madu atau menghabiskan waktu menekuni hobi bersama, misal berkebun. Ini salah satu bentuk perhatian dan penunjukan Anda, bahwa dia begitu penting dan berarti, meski sesibuk apapun Anda.
Tampil cantik
Kebanyakan Anda terkadang tak lagi punya waktu untuk sekedar ke Gym, untuk merawat tubuh atau menjaga raga tetap sehat dan seksi. Itu karena Anda terlalu disibukkan mengurus rumah tangga. Padahal penampilan Anda akan sangat penting, untuk tetap menghidupkan getar-getar cinta dalam diri pasangan. Agar tetap tampil segar, lakukan olahraga teratur, konsumsilah makanan sehat, serta mempertahankan sikap positif. Kepercayaan diri yang memancar dalam diri akan terlihat dan Anda akan merasa lebih baik, dan jadilah wanita yang selalu dicintainya.
Category:
��